Januari, 2018.
Awal tahun yang buruk. Adrian sudah mengganti pakaiannya sejak setengah jam yang lalu, tetapi dia tetap bergeming di tepi tempat tidur. Kedua tangannya menggenggam lutut, sedangkan pandangannya terus tertuju pada satu titik yang sama: satu set pakaian yang tergantung di sudut kamar. Adrian tidak sanggup menyentuhnya, bahkan mendekat saja terasa terlalu berat, padahal baru kemarin semua terasa baik-baik saja.
Tio
Adrian, kamu baik-baik aja?
Beberapa detik kemudian pesan lain masuk.
Ad?
Rentetan pesan masuk berasal dari Tio berhasil mengalihkan perhatian Adrian. Sejenak, Adrian menatap layar ponsel untuk membaca pesan itu berulang kali. Pertanyaan yang Tio ajukan benar-benar lucu. Memangnya, siapa yang bisa baik-baik saja setelah perpisahan seperti ini?
Alih-alih membalas, Adrian memilih menghapus notifikasi dan mematikan ponsel. Untuk sementara waktu, dia tak ingin diganggu oleh siapa pun, sekalipun oleh Tio, sahabatnya sejak SMK. Adrian merasa tak akan cukup kuat menghadapi kehidupannya mulai detik ini. Dia telah dikhianati takdir, dipermainkan keadaan, dan dijatuhkan oleh kenyataan. Dalam beberapa saat, ruangan itu kembali sunyi. Tatapan Adrian pun kembali jatuh pada pakaian di sudut kamar.