Delapan Tangan

Maya Ernesta Barus
Chapter #11

KONTRAK DIUJUNG TANDUK


Minggu, Pukul 08.00. *Hari ke-14/365*. Rumah.


Rumah nggak sepi, tapi tegang. 


Ibu udah pulang dari RS kemarin. Kata dokter: "Mukjizat. Pendarahannya parah, tapi ibu kuat." Sekarang Ibu di kamar, duduk senderan bantal, udah bisa nyuap bubur sendiri. Ayah nggak jauh dari situ, motongin buah. 8 bulan nggak ngomong, sekarang nggak berenti nanya "Mau apa lagi, Bu?"


Anisa sekolah minggu, dianter tetangga. 


Tinggal Maya 28 tahun, Tasya 20 tahun hamil 2 bulan, sama Ozi 29 tahun yang baru parkir Pajero-nya di depan pager.


Maya liat dari jendela. Ozi turun, masih pake kemeja kerja. Lembur. Mukanya capek, tapi rapi. Di tangan ada tas kresek: buah sama susu buat Ibu. 


Di belakang Maya, Tasya berdiri kaku di pintu kamar. Hoodie-nya udah nggak bisa nutupin perut yang mulai _nendang_ dikit. Tangannya dingin.


"Kak... aku ke belakang aja ya?" bisik Tasya. "Aku takut."


"Nggak," Maya nyengkeram tangan Tasya. Dingin juga. "Lo di sini. Kita hadepin bareng. Dari awal gue bilang gitu kan?"


Pintu diketok. Tiga kali. Sopan. Khas Ozi.


Maya buka pintu. 


"Zi," sapanya. Senyumnya dipaksa.


Ozi masuk. Matanya langsung nyapu ruangan. Ke kamar Ibu yang pintunya kebuka. Ke Ayah yang noleh, ngangguk kaku. Terus... ke Tasya.


Hening. Cuma 3 detik. Tapi berasa 3 tahun.


Ozi naruh kresek buah di meja. "Pagi, Pak. Pagi, Bu," sapanya ke Ayah-Ibu. Suaranya normal. Profesional.


Terus dia nengok ke Maya. "May, bisa ngomong sebentar? Di luar."


Itu dia. _Deadline_ "ngomong".


Maya ngelirik Tasya. Tasya nunduk, gigit kuku. Maya ngambil napas. "Di sini aja, Zi. Nggak ada yang perlu diumpetin lagi."


Ozi ngangkat alis. Dia paham. Dia tarik kursi, duduk. Maya duduk di depan. Tasya tetap berdiri di pintu kamar, setengah sembunyi.


"Gue udah transfer pelunasan RS Ibu tadi pagi," Ozi buka. Tanpa basa-basi. "32 juta. Plus dokter bilang Ibu butuh fisioterapi 3x seminggu. 6 bulan. Udah gue bayar juga di depan."


Maya nahan napas. 32 juta + 6 bulan fisioterapi. Berapa itu? 50 juta lebih? Duit rehab Gapoi abis. Kontrak setahun mereka baru jalan 2 minggu, Ozi udah keluar 70 juta lebih.


"Zi... makasih," suara Maya habis.


"Gue nggak butuh makasih, May," potong Ozi. Matanya lelah. "Gue butuh laporan. _Progress_. Kontrak kita jelas: Gapoi rehab, Ibu stabil, utang lunas. Dua minggu ini, dua poin udah jalan. Tinggal Gapoi."


Lihat selengkapnya