*Hari ke-210/365*. Senin, Pukul 07.00. Bengkel "Maju Jaya" - 3km dari rumah.
"Bang Gapoi, ini kunci. Toko lo buka, lo tutup. Gaji 2 juta, makan siang ditanggung. Telat 3x, potong. Nyabu, gue gebukin sendiri baru gue pecat."
Bang Ujang, temen SMA Ozi, 35 tahun, item, tatoan, ngomongnya kasar tapi matanya lurus. Dia nyodorin kunci bengkel ke Gapoi.
Gapoi 22 tahun nerima. Tangannya kapalan, tapi bersih. Kemeja lusuh, celana jeans belel, sepatu bot bekas. Di leher masih ada rosario Anisa. Di dompet: foto Barokah 1 bulan, sama 1 gelang tali biru — gelang ke-5.
"Siap, Bang Ujang," jawab Gapoi. "Kalo aku nyabu lagi, nggak usah pecat. Antar aja aku ke kuburan. Langsung."
Bang Ujang ketawa, nabok pundak Gapoi. "Bagus. Mental gitu yang gue mau. Mulai sekarang, nama lo bukan 'Mantan Pecandu'. Nama lo 'Montir Magang'."
*Hari ke-225/365. Gajian Pertama.*
Amplop coklat. Isinya 2 juta, uang merah semua. Gapoi ngitung 3x di toilet bengkel. Takut kurang. Takut mimpi.
Pukul 17.00, dia nggak mampir warung. Nggak mampir tongkrongan. Dia lari ke toko bayi di pasar.
Daftar belanja di kertas lecek:
1. Susu formula 1 kotak - 320rb
2. Popok 1 ball - 180rb
3. Daster buat Tasya - 75rb
Total: 575rb.
Sisanya: 1 juta buat Ibu, 425rb dia simpen. Nggak buat rokok. Buat cincin Ozi. Dia mau nyicil ganti cincin perak itu sama emas, minimal 1 gram.
Pukul 18.00, dia nyampe rumah. Bau oli, keringet, tapi senyum.
"Paket!" teriaknya dari pager.
Anisa yang buka. "Abang! Bau bengkel!"
Gapoi nyengir, nyodorin plastik. "Nih, susu Barokah. Popok. Sama..."
Dia keluarin daster. Kembang-kembang, 75rb-an. Dia kasih ke Tasya yang lagi gendong Barokah 2 bulan.
Tasya 20 tahun melongo. "Buat... buat aku, Bang?"
"Iya," Gapoi garuk kepala. Malu. "Gajian pertama. Selama ini lo pake daster Ibu mulu. Ini... ini dari duit bengkel. Halal."
Tasya nggak ngomong. Dia cuma peluk Gapoi. Kenceng. Barokah kejepit di tengah, ngejerit. Terus ketawa.
Ibu dari dapur ngintip. Liat amplop di tangan Gapoi, liat daster di tangan Tasya. Ibu nggak nangis. Ibu cuma ngaduk sayur lebih semangat.
Malamnya, Gapoi nyetor 1 juta ke Ibu. "Bu, buat belanja. Jangan ngutang lagi ya."
Ibu geleng, balikin 500rb. "Ibu masih ada. Lo tabung. Buat nikah bulan depan. Biar Tasya nggak minjem gaun."