Blurb
Hidup Rio dan Ria berubah menjadi mimpi buruk yang tak pernah usai. Sang ibu, yang terpaksa menjadi tulang punggung keluarga, bekerja siang malam hingga tubuhnya digerogoti penyakit. hingga ia meninggal dalam usia muda, meninggalkan dua anak yang masih terlalu kecil untuk memahami arti kehilangan.
Bukannya menemukan kasih sayang, Rio dan Ria justru diasuh oleh kerabat yang memanfaatkan mereka sebagai tenaga kerja tanpa upah. Caci maki, pukulan, dan perlakuan tidak manusiawi menjadi makanan sehari-hari. Ketika tak lagi sanggup bertahan, kakak beradik itu memilih kabur dan menjalani hidup sebagai anak jalanan.
Di terminal, pasar, dan emperan toko, mereka belajar bertahan hidup. Rio menjadi sopir angkot tembak sekaligus belajar memperbaiki mesin kendaraan hingga memiliki bakat sebagai montir. Sementara Ria mengamen dengan suara merdunya, sesekali membantu warung makan atau laundry demi mendapatkan uang. Meski hidup serba kekurangan, mereka berjanji tak akan pernah berpisah lagi.
Takdir mempertemukan mereka dengan Bi Sumi, seorang pembantu rumah tangga yang baik hati. Pertemuan sederhana itu membawa Rio dan Ria ke Jakarta, tempat mereka akhirnya diterima bekerja di sebuah rumah megah milik pasangan kaya raya, Hartono dan Jessica.
Bagi orang lain, keluarga Hartono tampak sempurna. Namun di balik dinding rumah mewah itu tersimpan rahasia yang telah dikubur selama puluhan tahun.
Sedikit demi sedikit, Rio dan Ria menemukan kenyataan yang menghancurkan hati.