DENDAM 2 NYAWA

Ahmad Barnash
Chapter #29

Pembersihan Parasit

Beberapa hari berlalu setelah pertemuan terakhir dengan Hartono.

Rumah mewah itu masih berdiri megah.

Namun kemegahannya kini terasa dingin.

Tidak ada lagi suara tawa.

Tidak ada lagi pesta.

Tidak ada lagi mobil keluar masuk membawa tamu-tamu penting.

Yang tersisa hanyalah rumah besar...

yang dipenuhi kenangan buruk.


Pagi itu...

Bel rumah berbunyi.

Bi Sumi membuka pintu.

Seorang pria berusia sekitar lima puluh tahun berdiri rapi mengenakan jas hitam.

Di tangannya terdapat sebuah koper kulit.

"Selamat pagi."

"Saya Adrian Prasetyo."

"Pengacara almarhumah Ratih."

"Ibu Sumirah yang menelpon saya?"

Bi Sumi tersenyum dan mempersilahkan masuk.

"Iya Pak, Silakan masuk Pak..."

Rio dan Ria yang sedang membersihkan ruang tamu ikut menghampiri.

Pria itu mengangguk sopan.

"Apakah kalian Rio dan Ria?"

Rio mengangguk.

"Iya."

Pengacara itu tersenyum tipis.

"Atau..."

"...Marco dan Maria."

Kedua bersaudara itu saling berpandangan.

Nama itu kini tak lagi asing.

Adrian membuka koper hitamnya.

Beberapa map tebal diletakkan di atas meja.

"Beberapa tahun yang lalu..."

"...beliau pernah datang ke kantor kami."

Rio menatap penuh perhatian.

"Beliau bercerita dan merasa suatu hari akan terjadi sesuatu."

"Karena itu beliau menitipkan seluruh dokumen kepemilikan yang masih menjadi haknya.

"Dan berpesan hanya akan menyerahkan ini jika ada yang menelpon dari pihak Ibu Sumirah atas nama Marco dan Maria"

Rio mengernyit.

"Hak?"

Adrian mengangguk.

"Lima belas tahun lalu..."

"Rumah ini dibangun menggunakan tanah atas nama milik keluarga Ratih."

Jessica yang sejak tadi berada di lantai dua mendengar percakapan itu.

Ia segera turun.

"Apa maksud Anda?"

Adrian berdiri.

"Ibu Jessica?"

"Iya."

"Saya membawa salinan akta tanah."

Jessica langsung merebut berkas itu.

Matanya bergerak cepat membaca setiap halaman.

Semakin lama...

wajahnya semakin pucat.

"Tidak..."

"Ini tidak mungkin."

Adrian tetap tenang.

"Sertifikat induk tanah atas nama Ratih."

"Akta hibah dari orang tua Ratih."

"Surat perjanjian kepemilikan bersama sebelum menikah."

"Dan surat wasiat."

Jessica menggeleng keras.

"Tidak!"

"Rumah ini milik suami saya!"

"Bukan Ratih!"

Adrian perlahan mengeluarkan dokumen terakhir.

"Ini putusan pengadilan perdata yang telah diterbitkan."

Lihat selengkapnya