DENDAM LUKA & CINTA

Donny Sixx
Chapter #3

Pertemuan Sedarah

Mobil SUV hitam itu membelah jalanan desa yang kini terasa semakin sunyi. Sebagian besar warga sedang berada di ladang, bekerja di bawah terik matahari yang tak kenal ampun. Matias masih terdiam, tatapannya lekat menatap jalanan yang berdebu. Pikirannya belum sepenuhnya pulih dari bayangan masa lalu yang baru saja menghantuinya di lahan kosong tadi.

“Ini sudah di kampung, pak. Kita mau ke mana dulu?”

“Kita ke rumah saudari tiriku. Sudah lama aku ingin bertemu dengannya. Besok, baru kita balik ke rumah Jafar untuk urusan tanah.”

“Berarti rumah Jafar dekat sini dong pak,” pikir Seth.

“Ya. Di depan sana.”

Mobil terus melaju melewati jalanan kampung yang berlubang. Di kejauhan, mereka melihat Jafar, si kepala desa yang bertubuh tinggi, sedang berdiri di depan rumahnya dengan wajah yang merah padam. Pria itu tampak sedang memarahi seorang gadis remaja. Suara bentakan Jafar terdengar nyaring, memecah kesunyian desa. Gadis itu hanya bisa menunduk, bahunya bergetar menahan tangis. Jafar tampak begitu berkuasa, seolah seluruh desa adalah miliknya pribadi.

“Pergi kau dari sini! Aku tidak punya utang sama bapakmu! Pergi!” usir Jafar pada pada gadis itu. ”Pergi!” Jafar berteriak dengan lantang, hingga urat di leher timbul dan kedua bola matanya mencuat seperti ingin melompat dari rongganya. Kasihan, tak menunggu lama, si gadis langsung berlari meninggalkan rumah Jafar sambil merengek-rengek.

“Itu Jafar, dia kepala desa di sini,” kata Matias.

Matias hanya menatap sekilas tanpa berniat untuk peduli. Baginya, itu hanyalah drama kecil penduduk desa yang tidak ada hubungannya dengan harta warisan ayahnya.

“Jafar?” Seth terkejut.

“Ya. Dia yang akan membantumu menyelesaikan warisanku.”

“Lalu gadis itu?”

Matias hanya membalas dengan ekspresi tidak tahu.

“Gadis malang,” ucapnya dengan rasa iba.

“Tidak usah pedulikan masalah orang. Itu bukan urusanmu. Tugasmu hanya mengurus wasiatku sampai selesai. Paham?”

Lihat selengkapnya