Hari itu berlangsung biasa, liburan akhir sekolah kali ini musim petik kopi. Putu itu panggilan seorang gadis sederhana anak buruh tani disebuah desa didataran tinggi.
Putu anak yang cukup rajin, dia adalah percontohan bagi anak seusianya. Keadaan ekonomi membuatnya harus punya uang tambahan untuk ongkos sekolah. Sebagai buruh tani adalah salah satu caranya untuk dapat uang.
Tapi saat itu, Putu punya firasat buruk tentang bosnya, karena kejadian masa lalunya. "Me..., aku tidak mau ikut metik kopi ketempatnya men Gede". Men artinya ibu dari anak tertua, digunakan sebagai nama panggilan ibu sianak.