Derita Penantian Cinta

Ulfah Pauziah
Chapter #4

Cobaan semakin terasa berat

Tok, tok, tok.

“Assalamu'alaikum…!” terdengar suara seorang lelaki yang ku kenal.

"Walaikumsalam," jawabku sambil berjalan membuka pintu. 

"Mbak," ucap Rendi menyapa. 

Ternyata Rendi, pacar Rena sudah datang. Dia tersenyum ramah kepadaku.

"Mau jemput Rena, yah?" tanyaku.

"Iya Mbak, Renanya ada kan?" balasnya.

"Ada, Rena lagi ganti baju di kamarnya. Ya udah, masuk Ren," ajakku.

"Mau minum apa Ren?" 

"Ga usah Mbak, ga usah repot-repot," 

"Ga repot kok, kamu pasti haus kan? Air putih dingin, mau?” 

"Boleh deh, Mbak," 

Aku pun pergi ke dapur tak butuh waktu lama aku kembali menemui Rendi dengan membawa segelas air dingin. 

"Ini Ren, diminum," ucapku seraya meletakkan minuman itu di atas meja.

"Makasih Mbak," ucap Rendi dan langsung menengguknya.

Aku memutuskan untuk duduk di ruang tamu bersama Rendi. 

"Oh iya Ren, Mbak mau nanya sesuatu, boleh?” tanyaku. 

"Iya, Mbak? Mbak mau nanya apa?" balasnya. 

Rendi memang terlihat sepertinya laki-laki yang baik. Ia terlihat begitu polos dan penurut. Ia juga sangat ramah padaku. 

"Apa kamu serius sama Rena? Maksud Mbak, apa kamu udah kepikiran buat segera menikah sama Rena?" tanyaku yang terlihat serius. 

"Kenapa.. Mbak nanyain itu?" tanyanya yang terdengar ragu.

"Mbak cuma pengen tau aja. Gini Ren, Mbak dengar dari Rena, katanya kalo kamu sama Rena itu ga bisa menikah karena harus nungguin Mbak menikah dulu, apa itu bener? Jujur, Mbak ga keberatan loh kalo kalian mau menikah duluan, karena kan menikah itu ibadah, baiknya memang disegerakan," jawabku.

Rendi nampak diam dengan sedikit menunduk, ia juga terlihat menghela nafas cukup dalam.

"Gini Mbak, sebenarnya aku sendiri belum siap untuk mengajak Rena ke jenjang yang lebih serius, apalagi menikah. Karena aku juga masih nabung buat biaya nikah, belum lagi motor juga masih nyicil Mbak. Makanya aku ngajak Rena buat tunangan dulu, jadi kayaknya aku mau beresin satu-satu dulu, biar nanti ke depannya juga enak. Sekaligus sambil nungguin Mbak menikah juga, soalnya aku juga ga enak kalo harus ngelangkahin Mbak,” jelasnya.

“Tapi Mbak bener-bener ga keberatan Ren, Mbak ikhlas kalo kalian mau menikah duluan,” balasku. 

Lihat selengkapnya