Derita Penantian Cinta

Ulfah Pauziah
Chapter #19

Duduk berdua bersama Rama

Rumah Bu Santi berada di kampung sebelah, dan memang tidak begitu jauh, sehingga aku dan Mbak Ratih hanya berjalan kaki untuk menuju ke rumahnya. 

“Assalamualaikum,” ucap Mbak Ratih di depan rumah Bu Santi.

“Waalaikumsalam,” jawab Bu Santi dari dalam lalu membuka pintu. 

“Eh, Ratih sama Mira,” ucapnya dengan ramah.

“Bu,” 

Mbak Ratih dan aku menyelami tangan Bu Santi.

“Ayo, masuk, masuk,” ajak Bu Santi.

Aku dan Mbak Ratih masuk ke dalam rumah Bu Santi dan duduk di ruang tamunya. Rumah Bu Santi cukup luas, ada beberapa tanaman hias yang terpajang, Bu Santi memang di kenal apik dan bersih serta sangat menyukai tanaman. 

“Duduk dulu, ini ada minuman. Di minum yah, kalo di sini jangan sungkan-sungkan,” ujar Bu Santi.

“Iya, Bu,” balas Mbak Ratih dengan tersenyum.

Mbak Ratih nampak memperhatikan sekeliling, matanya mengedar ke setiap sudut, ia terlihat sangat terpukau dengan suasana rumah Bu Santi.

“Assalamualaikum,” terdengar suara seorang wanita dari luar.

“Walaikumsalam,” jawabku dan Mbak Ratih.

Wanita paruh baya dengan usia yang tidak jauh dengan Bu Santi.

“Eh, sudah ada yang datang rupanya. Bu Santinya ada?” tanya wanita itu.

“Ada Bu, di dalem,” jawab Mbak Ratih.

“Kalo gitu, saya ke dalem dulu yah,” ujar wanita itu.

“Mbak, itu temennya Bu Santi?” bisikku.

“Kayaknya. Mbak juga ga tau,” balas Mbak Ratih.

“Terus kita mau ngapain disini, Mbak? Ini kan acaranya Bu Santi sama temen-temennya,” bisikku lagi. 

“Udah lah Mir, kita kan juga diundang,” cetus Mbak Ratih.

“Ehh, Bu Neneng…!” terdengar suara Bu Santi menyambut temannya yang baru datang itu. 

“Kebetulan tadi dianterin kesini, makanya cepet nyampenya. Yang lain udah pada dimana?” tanya wanita bernama Neneng itu.

“Masih di jalan kayaknya, mungkin macet, namanya juga hari libur,” jawab Bu Santi sambil berjalan ke arahku dan Mbak Ratih.

“Assalamualaikum,” ucap seorang perempuan lagi.

“Walaiakumsalam,” jawab Bu Santi sambil berjalan menghampiri.

“Ehh, udah pada dateng rupanya. Ayok masuk, masuk, Masuk,” ajak Bu Santi. 

Beberapa Ibu-ibu masuk ke rumah Bu Santi. 

“Duduk dulu, duduk dulu. Istirahat dulu, minum dulu, pasti haus kan?” seru Bu Santi.

Lihat selengkapnya