"Assalamualaikum,’’ ucapku saat memasuki rumah.
“Waalaikumsalam. Mir, kamu baru pulang?” tanya Bapak seraya menghampiriku.
Karena aku sempat mengobrol cukup lama dengan Risa, aku pun pulang terlambat ditambah lagi di jalan juga terkena macet.
“Iya, Pak, tadi macet soalnya,” jawabku.
“Sini dulu Mir, Bapak mau ngobrol sebentar,” pinta Bapak seraya duduk di ruang tamu. Aku pun duduk mengikuti Bapak.
“Mir, tadi Mbak Ratih bilang kamu sempet ngobrol sama Rama di rumahnya Bu Santi?” tanya Bapak tanpa basa basi.
Aku menghela nafasku. Entah sampai kapan Bapak akan membahas ini.
“Iya Pak, tadi di rumah Bu Santi, Mira ketemu sama Rama, terus kita ngobrol,” jawabku dengan sedikit malas.
“Terus gimana, Mir?” tanya Bapak bersemangat.
“Gimana apanya, Pak?” balasku.
“Ya kamu sama Rama, sekarang kamu berarti udah deket lagi kan sama Rama? Tapi Mbak Ratih bilang, katanya Rama pulang duluan, terus kamu juga ikut pulang duluan,” lanjut Bapak.
“Iya Pak, tadi katanya ada pesanan ikan yang lumayan banyak, makanya Rama pulang duluan,” jawabku.
“Oh gitu, terus kalo kamu ke mana? Kenapa jam segini kamu baru pulang? Kata Mbak Ratih kamu ikut pengajian?” tanya Bapak lagi.
“Iya Pak, kebetulan teman Mira yang ngajakin. Yaudah, Mira mau mandi dulu ya Pak, Mira juga belum salat magrib. Ini Mira juga tadi udah beli makanan buat makan malam,” jawabku seraya menunjukkan bungkusan plastik berisi makanan.
Bapak hanya mengangguk sekali.
***