Derita Penantian Cinta

Ulfah Pauziah
Chapter #29

Makan bersama yang terasa canggung

Aku, Risa dan Adryan duduk di meja yang sama. Kami bertiga duduk di sebuah kafe besar yang cukup terkenal. 

"Mau pesan, apa?" tanya Adryan lalu mengambil menu makanan yang sudah tersimpan di meja. 

"Aku, jus mangga aja deh, kayaknya seger,” jawab Risa dengan malas tanpa ingin membaca dulu menu makanan di cafe itu. 

“Kalo Mbak, mau pesen apa?” tanya Risa yang sontak membuatku langsung gugup. 

“Aku.. samain aja deh kayak kamu, Ris,” jawabku.

Jantungku masih berdebar kencang, aku mencoba untuk mengatur nafas ku agar terlihat tenang. 

“Loh, kok cuma minuman aja. Ga mau makan?” tanya Adryan dengan menoleh sebentar padaku dan Risa lalu membaca lagi daftar menu makanannya. 

“Aku belum laper Mas,” jawab Risa.

“Mbak, kalo laper pesen makan aja,” saran Risa. 

“Engga Ris. Aku.. juga masih kenyang, tadi sarapannya agak siang soalnya,” jelasku. Tentu saja aku menolak, di samping aku belum merasa lapar, rasanya aku kurang nyaman jika aku harus makan di depan Adryan dengan perasaan yang gugup dan jantung yang masih berdebar. Tidak sedang makan pun, aku merasa seperti canggung, pandanganku seolah hanya ingin tertuju ke bawah. 

Adryan terlihat menghela nafasnya seraya meletakkan menu makanan di meja. 

“Yaudah, kita sama-sama pesen minum aja yah,” ujar Adryan.

“Loh, Mas ga makan? Kalo Mas laper, Mas makan aja,” balas Risa.

“Kebetulan aku juga belum lapar. Lagian, ini juga belum masuk jam makan siang,” jawab Adryan. 

“Mbak…!” panggil Adryan seraya mengangkat satu tangannya, tak lama pelayan pun datang.

“Mbak, saya pesan jus mangga 2 sama jus alpukat 1,” ucap Adryan.

“Baik. Ada lagi, kak?” tanya pelayan.

Lihat selengkapnya