Derita Penantian Cinta

Ulfah Pauziah
Chapter #32

Drama dengan Kakak

Sore turun kembali dengan jingga keemasan yang menghiasi langit. 

“Assalamu'alaikum,” ucapku saat memasuki rumah. 

Namun suasana rumah nampak kosong, salam aku pun tidak ada yang menyahut. Aku menghela nafas ku karena merasa sedikit lega. Aku bisa langsung masuk kamar untuk beristirahat. 

Kuletakkan tas serta jaketku di meja rias, lalu ku sandarkan tubuhnya pada dipan sembari memainkan gawai seraya beristirahat sejenak. Namun dahiku tiba-tiba mengkerut, ternyata ada nomor asing yang telah menelponku beberapa kali, dan dia adalah Rama. Panggilan tak terjawab itu tertera sebanyak 7 kali. Mau apa dia menelponku?

Tok, tok, tok. 

Tiba-tiba pintu kamarku diketuk, membuatku sedikit tersentak. Aku bangun dan gegas membukanya. 

“Mbak?” ucapku pada Mbak Ratih yang tengah berdiri di depan pintu kamarku. 

“Mbak mau ngomong sama kamu, Mir,” tutur Mbak Ratih. Nada bicara serta raut wajah Mbak nampak berbeda, dia seperti tengah menahan emosi. 

Apalagi ini? Baru saja aku ingin beristirahat. Rasa lelahku pun belum hilang, kini aku harus menghadapi lagi Mbak Ratih yang hampir setiap kata-katanya menguras energi ku. 

Aku berjalan mengikuti Mbak Ratih ke ruang tamu. 

“Kenapa, Mbak?” tanyaku. Mbak Ratih duduk dengan ekspresi wajahnya yang masih kesal, sementara aku masih berdiri memandangi kakak sulungku itu. 

“Kamu kenapa sih, Mir? Kenapa kamu ga pernah balas pesannya Rama?” tanya Mbak Ratih. 

Lihat selengkapnya