Derita Penantian Cinta

Ulfah Pauziah
Chapter #36

Obrolan di ujung senja

Aku masuk ke dalam kamar, lalu duduk di meja riasku. Kutatap wajahku di pantulan cermin. Kali ini aku memutuskan untuk pasrah, setidaknya aku sudah berusaha mencapai apa yang menurutku baik untuk hidupku. Selebihnya, biarlah menjadi urusan Allah. Entah akan berjodoh dengan Adryan atau tidak. Atau bahkan, jika sekalipun aku harus berjodoh dengan Rama, mungkin memang itu takdirku. Setidaknya dengan itu aku bisa membahagiakan Bapak dan tak menjadi beban keluargaku lagi. 

Tok, tok, tok. 

Mir!” Aku sedikit tersentak lalu gegas membuka pintu.

“Iya, Mbak?” 

“Mir, tamunya udah pulang?” tanya Mbak Rita. 

“Udah, Mbak,” jawabku.

Mbak Rita melengos masuk ke dalam kamarku. 

“Mir, tadi ngomongin apa, aja?” tanyanya yang terlihat penasaran.

“Ya ngobrol biasa aja, Mbak. Tadi yang banyak ngobrol Bapak, sih,” jawabku seraya mengambil bantal lalu duduk di kasur. 

“Emang Bapak ngomong, apa?” lanjut Mbak Rita dan duduk di sampingku. Mbak Rita nampak bersemangat. 

Tok, tok, tok. 

“Mir..!” panggil Mbak Ratih. Aku kembali membuka pintu. 

“Iya, Mbak?” sahutku.

“Loh Rit, kamu disini?” tanya Mbak Ratih dan terlihat sedikit kaget.

“Iya, kenapa emangnya?” balas Mbak Rita. 

Mbak Ratih juga langsung melengos masuk ke kamarku. Aku hanya menghela napas lalu menutup pintu. 

“Mir, yang tadi itu beneran pacar, kamu?” tanya Mbak Ratih secara langsung. Membuat dahiku sedikit berkerut.

“Mira ga pacaran Mbak, sama dia,” jawabku.

“Ga pacaran? Maksudnya gimana Mir, katanya mau serius?” sahut Mbak Rita.

Kini kedua kakak perempuanku menatapku dengan heran. 

“Serius kan bukan berarti harus pacaran, Mbak,” jawabku. 

“Ga pacaran. Maksudnya ta’aruf?” sahut Mbak Rita lagi.

Aku sontak tersenyum. 

“Iya Mbak, aku sama Adryan memang memilih ta’aruf,” jawabku.

“Adryan? Ta’aruf? Kamu emang kenal dia dari mana, Mir? Kok kamu mau aja diajakin ta’aruf?” tanya Mbak Ratih.

“Aku dikenalin sama temen aku dikajian Mbak, dan kebetulan Adryan itu sepupunya,” jelasku lalu duduk kembali di kasurku.

Lihat selengkapnya