Derita Penantian Cinta

Ulfah Pauziah
Chapter #37

Hampir runtuh

Keesokan harinya.

Setelah selesai membersihkan rumah dan memasak, aku masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Biasanya hari liburku, selalu ku isi untuk mengikuti kajian. Namun untuk minggu ini, seakan ingin absen dulu dari kajian, karena kehadiran Adryan kemarin yang berkunjung dan datang ke rumah. Risa yang mengetahui hal itu pun tak ada kabar, seolah hilang entah kemana. Perasaanku sedikit lega, karena berkat kedatangan Adryan, setidaknya Bapak dan Mbak Ratih tidak lagi melulu membahas soal Rama. Rasanya sudah muak sekali aku mendengarkannya, hampir setiap hari mereka membahas pria itu. 

Tok, tok, tok. 

“Mbak!” panggil Rena. 

Aku gegas beranjak membuka pintu. 

“Iya, Ren,” ucapku pada adik semata wayangku itu. 

“Mbak, aku boleh pinjem kerudung, Mbak?” tanyanya. 

Dahiku sedikit berkerut.

Kamu mau ke mana, Ren?” balasku.

“Biasa Mbak, mau jalan sama Rendi,” jawabnya tersenyum sambil memamerkan giginya.

“Yaudah, ambil sendiri aja yah,” balasku. 

Seperti biasa, Rena langsung melengos ke kamar dan membuka lemari, mencari barang yang ia inginkan. 

“Nah, ini dia,” ucapnya saat mendapati barang incarannya. 

“Oh iya Mbak, katanya, kemarin ada pacar Mbak yah datang ke sini?” tanya Rena. 

Aku sedikit mengernyit. 

“Pacar? Oh, iya, kemarin itu dia emang dateng ke sini. Namanya Adryan,” jawabku. 

“Aku pikir Mas Rama Mbak, tapi kata Mbak Rita bukan. Katanya cowok itu mau melamar Mbak, yah?” lanjut Rena. Aku sontak menoleh padanya. 

Aku menghela napas ku dulu. 

“Doain aja ya, Ren. Mudah-mudahan Mbak sama Mas Adryan berjodoh,” jawabku. 

Lihat selengkapnya