"Hai, Mir,” sapa Meyra.
“Hai, Mey. Baru dateng?” balasku.
“Iya. Tadi di jalan macet, ada yang kecelakaan,” jawabnya seraya menghampiri mejanya yang berada di sampingku.
“Ya Allah. Sekarang kok kayak sering yah ada kecelakaan gitu,” ujarku.
“Iya, paling kebut-kebutan gara-gara ngejar waktu. Tadi aja yang kecelakaan orangnya masih muda, katanya mau berangkat kerja,” ucap Meyra.
“Makanya Mey, kamu juga harus hati-hati kalau berangkat kerja, jangan kebut-kebutan bawa motornya,” saranku.
“Iya, Mir. Udah, tenang aja yah, aku pasti bakalan hati-hati, lagian ada keluarga yang nungguin aku tiap hari di rumah,” ucapnya.
“Hei, lagi pada ngapain, nih? Ngomongin apaan sih, seru banget kayaknya?” tanya Rini yang tiba-tiba menghampiri.
“Kita lagi ngomongin orang yang kecelakaan di jalan, gara–gara ngebut mau berangkat kerja,” sahut Meyra.
“Oh,” balas Rini seraya memangut.
“Eh, ngomong-ngomong kecelakaan, aku juga punya info loh, soal Seila,” ujar Rini.
“Info soal Seila? Info, apa?” sahut Meyra.
“Si Seila katanya resign,” jawab Rini.
“Resign?” tanyaku terkejut.
“Iya. Katanya dia mau pulang ke kampung orang tuanya. Dan kalian tau, kenapa si Seila resign terus pulang kampung?” tanya Rini mendelik.
Sejenak aku dan Meyra saling pandang, lalu kami kompak menggeleng.
“Karena si Seila katanya mau menikah,” lanjut Rini.
“Menikah?” tanyaku terkejut.
“Nikah? Nikah sama pacarnya?” timpal Meyra.
“Aku pikir juga gitu, tapi katanya bukan. Ternyata si Seila mau nikah sama cowok pilihan orang tuanya. Katanya si Seila itu dipaksa dijodohin gitu sama orang tuanya,” jawab Rini.
“Dipaksa dijodohin?” ulang Meyra seraya mengernyit.
“Iya, dan si Seila ga bisa nolak. Karena.. dia itu sekarang lagi hamil,” jawab Rini.
“Hah!” ucapku dan Meyra kompak. Kami berdua sama-sama terkejut.
“Rin, kamu yakin? Kamu dapat info dari mana?” tanyaku tak percaya.
“Yakin. Teman kostnya sendiri yang bilang terus cerita sama aku, katanya Seila itu lagi hamil 3 bulan sama pacarnya, terus pacarnya ga mau tanggung jawab. Malahan katanya pacarnya itu nyuruh Seila buat gugurin kandungannya. Gila ga tuh cowok?” jelas Rini.
“Karena lagi hamil dan ga punya pilihan, si Seila akhirnya mau dijodohin terus nikah sama cowok pilihan orang tuanya. Makanya sekarang dia mendadak resign,” sambung Rini.
“Ya ampuun. Kasihan banget yah si Seila, udah dighosting, dihamilin terus sekarang malah ditinggalin,” ujar Meyra.
“Dighosting?” tanyaku menoleh.