Derita Penantian Cinta

Ulfah Pauziah
Chapter #57

Sebelum hari dimulai

Adryan berjalan masuk ke dalam gedung kantor. Tatapannya lurus ke depan, tajam dan tanpa keraguan. Suara langkah sepatunya seolah menggema pelan. Beberapa karyawan yang berpapasan langsung menundukkan kepala kecil sambil menyapanya. Adryan membalasnya dengan senyum sederhana namun terlihat ramah dan hangat. 

"Selamat pagi, Pak," sapa salah satu karyawan. 

"Pagi," balasnya dengan ramah.

"Selamat pagi Pak Adryan. Selamat ya Pak, atas pernikahannya, semoga langgeng dan Bapak cepat-cepat dikarunia anak," ucap karyawan lainnya.

"Amin. Makasih, ya buat doanya," balas Adryan. 

Adryan lalu berjalan menuju ruangannya.

"Pak. Selamat pagi, Pak," ucap Risa dan langsung berdiri.

"Pagi," balas.

"Pak!” panggil Risa. Adryan pun sontak menghentikan langkahnya, lalu menoleh.

"Ya, ada apa?" tanyanya.

Risa nampak mengulum senyumnya. 

"Selamat ya, Pak, atas pernikahan Bapak. Semoga.. Bapak bahagia," ucapnya dengan sedikit terbata dan juga gugup.

Adryan nampak tersenyum tipis.

"Makasih ya, Ris. Saya masuk dulu," balasnya lalu masuk ke dalam ruangannya.

"Sial. Ternyata Pak Adryan diam-diam nikah? Sejak kapan Pak Adryan dekat sama cewek? Kok ga ada desas-desus apa-apa, tiba-tiba nikah aja. Terus istrinya juga biasa aja lagi. Lumayan cantik sih, dikit, tapi tetap aja cupu, kaku, keliatan banget dari kampungnya. Masih mending juga aku, modis, tau fashion, bisa ngeimbangin Pak Adryan kalau diajak kemana-mana dan ga malu-maluin. Daripada istrinya, gayanya udah kayak anak tahun 90-an. Bisa-bisanya Pak Adryan naksir sama cewek cupu kampungan kayak gitu. Tapi... apa emang kayak gitu seleranya Pak Adryan? Dia lebih suka cewek kampung kayak gitu?" batin Risa kesal.

Risa nampak seperti tak terima dengan pernikahan Adryan yang sudah terjadi.

Adryan lalu keluar dengan membawa berkasnya.

"Loh, Pak. Ma-mau kemana, Pak?" tanya Risa gugup. Ia juga langsung berdiri dan nampak seperti penasaran.

"Saya mau pulang. Kenapa?" balasnya seraya mengernyit.

"Pulang, Pak? Bukannya.. Bapak baru aja dateng?" lanjut Risa.

"Saya ke sini cuma mau ngambil berkas. Saya mau pulang karena saya masih cuti," jawab Adryan.

"Oh. Gitu ya, Pak," ujar Risa.

"Pantesan aja Pak Adryan pake pakaian kayak gitu, biasanya juga rapi," batin Risa lagi seraya memperhatikan penampilan Adryan yang hanya memakai kaos berkerah dan jaket kulitnya. 

"Ada lagi yang mau ditanyakan? Kalau tidak ada, saya mau pulang," sahut Adryan.

"Ga ada, Pak," jawab Risa. 

"Oh iya, untuk rekap jadwal meeting nanti, kamu bisa kirimkan lewat email," ujar Adryan.

"Baik, Pak," ucap Risa.

Adryan langsung pergi begitu saja. Risa nampak mengendus kesal seraya menatap punggung Adryan yang berjalan semakin jauh.

"Jutek banget, sih," keluh Risa. 

Lihat selengkapnya