Derita Penantian Cinta

Ulfah Pauziah
Chapter #68

Drama Rena pindah kerja

"Hati-hati ya Mas, Mbak. Kapan-kapan mampir lagi ke sini," ujar Adryan. 

"Iya. Mas pulang, yah," balas Mas Panji di dalam mobilnya.

"Mira, sampai nanti, yah," timpal istrinya.

"Iya, Mbak. Hati-hati," balasku.

"Assalamualaikum," ucap Mas Panji.

"Waalaikumsalam," jawabku dan Adryan.

Mobil Mas Panji pun melaju pergi meninggalkanku dan Adryan.

"Masuk, yuk," ajak Adryan.

Aku dan Adryan lalu masuk kembali ke dalam rumah. 

"Mas. Mas Panji, kayaknya kurang suka yah, sama rumah ini?" tanyaku.

Adryan nampak tersenyum seraya menunduk.

"Ya biarin aja. Memangnya Mas Panji yang tinggal di sini?" balasnya lalu duduk di ruang tamu.

"Bukan gitu, Mas. Cuma...," ucapku menggantung.

"Cuma, apa? Udah, kamu ga usah terlalu mikirin yang macam-macam. Mas Panji itu emang gitu, suka sama kemewahan. Ya biarin aja lah," balas Adryan.

"Iya, Mas," ucapku tersenyum tipis.

Entah mengapa, aku merasa, Mas Panji kurang menyukaiku. Atau mungkin ini hanya perasaanku saja? 

***

Sementara itu, Rena tengah berjalan pulang. Langkahnya nampak lemas dan tak bersemangat.

"Assalamualaikum," ucapnya.

"Waalaikumsalam," jawab Bapak di teras dengan ditemani kopi dan rokoknya. Bapak seolah menjadikan teras sebagai tempat favoritnya. 

"Pak," ucap Rena lalu menyelami tangan Bapak.

"Kenapa, kamu? Sakit?" tanya Bapak melihat Rena yang nampak lesu.

"Ga apa-apa, Pak," jawabnya lalu duduk di teras bersama Bapak.

"Kamu kenapa pulang jam segini? Tumben? Ga lembur memangnya?" tanya Bapak seraya menoleh sebentar pada anak bungsunya itu. 

"Engga. Lembur mulu, capek," jawabnya mengeluh.

"Terus kenapa cemberut? Kamu dipecat?" celetuk Bapak. 

Rena menoleh sebentar pada Bapak dan langsung menghela napasnya seraya memalingkan wajahnya. 

"Dipecat si engga, Pak. Tapi Rena dipindahin kerjanya, ya cuma sementara, sih," jawab gadis itu.

"Dipindahin? Dipindahin gimana?" lanjut Bapak seraya merubah posisi duduknya sedikit miring ke arah Rena.

"Iya. Rena disuruh pindah ke cabang toko yang di kota," jawabnya lagi.

"Di kota?" sahut Bapak.

"Iya. Katanya di sana lagi butuh tambahan karyawan, tapi cuma sementara aja, sekitar 3 bulan, soalnya baru pembukaan tokonya," jelasnya.

"Jadi, nanti kamu kerjanya pindah ke kota selama 3 bulan, begitu?" tanya Bapak lagi.

"Iya. Tapi kan ke kota itu jauh Pak, ongkosnya juga gede, nanti yang ada gaji Rena abis lagi buat ongkos,” keluhnya lagi.

Lihat selengkapnya