Derita Penantian Cinta

Ulfah Pauziah
Chapter #70

Makan malam

Rena nampak tersenyum riang lalu duduk di meja makan. Aku, Adryan dan Rena makan malam bersama.

"Mas, mau lauknya?" tanyaku.

"Iya, boleh," jawabnya. Aku mengambilkan ayam goreng serta sayur untuk Adryan.

"Ren, kamu mau juga?" tanyaku.

"Iya, Mbak. Tapi, biar aku ambil sendiri aja," jawabnya.

Adryan nampak memperhatikan Rena yang tengah semangat mengambil menu makanannya sendiri. 

"Mas, makasih yah, udah ngizinin Rena nginep di sini," ucapnya. 


"Iya, sama-sama," jawab Adryan di sela makannya.

Adryan nampak memilih fokus pada makanannya hingga hanya terdengar suara dentingan sendok dan piring yang beradu. Sementara Rena, nampak begitu lahap menyantap makanannya. Ia juga nampak mengambil nasi dan lauk yang cukup banyak, seperti orang yang belum makan seharian. Lagi-lagi aku hanya bisa menghela napas melihatnya.

***

Keesokan harinya. 

Seperti biasanya aku bangun pagi, tak ada yang berubah dari rutinitasku sebelum dan sesudah menikah. Hanya saja sejak aku pindah ke rumah baru Adryan, rasanya lebih banyak waktu luang. Adryan sendiri tidak pernah menyuruh ataupun menuntutku untuk membersihkan rumah ataupun memasak setiap harinya, rumah pun hampir selalu bersih karena hanya kami berdua yang tinggal di rumah itu. Namun kini, Rena tiba-tiba hadir dan menginap. 

Aku menata makanan di meja makan untuk sarapan, waktu sudah menunjukkan pukul 07.15. Tapi aku belum melihat gadis manja itu keluar dari kamarnya. Dahiku sedikit mengkerut seraya menatap ke arah pintu kamar Rena.

"Kenapa?" tanya Adryan yang baru saja menghampiri ke meja makan. 

"Ga apa-apa, Mas,” jawabku. 

“Kamu udah mau sarapan?” tanyaku.

“Iya. Kamu juga, kan?” balasnya. 

“Aku... tapi mau ke kamar Rena dulu yah, Mas," jawabku lagi. 

"Adik kamu.. belum keluar? Atau.. belum bangun?” tanyanya lagi seraya menggeser kursi lalu duduk di meja makan.

"Kayaknya belum, makanya mau aku samperin. Sebentar ya, Mas," jawabku lagi.

Aku gegas ke kamar Rena. 

Tok, tok, tok.

"Ren...!" panggilku.

"Ren, kamu belum bangun? Ini udah terang loh, Ren," panggilku lagi.

Tak berapa lama, pintu nampak di buka dari dalam.

Lihat selengkapnya