Derita Penantian Cinta

Ulfah Pauziah
Chapter #73

Drama dengan Rena

Tok, tok, tok.

"Ren, Rena...!" panggilku.

Kreekk!"

Rena membuka pintu kamarnya. Aku melihat Rena dari bawah kaki hingga ke atas kepalanya. Gadis itu nampak hanya memakai celana pendek dan baju singletnya. Lekukan tubuhnya nampak terlihat jelas. 

"Kenapa, Mbak?" tanyanya mengernyit.

Aku mengendus kasar lewat hidung, untuk sesaat aku menatap dalam adikku itu. Apa dia masuk ke kamarku dengan bajunya yang seperti ini? Itu sebabnya Adryan marah?

"Mbak mau ngomong sama kamu," ujarku.

"Ngomong apa, Mbak?" balasnya.

Aku langsung melebarkan pintu kamar Rena untuk masuk, lalu langsung menutupnya. 

"Tadi kamu masuk ke kamar, Mbak?" tanyaku dengan dingin.

Dahi Rena sontak mengkerut, ia menunduk sedikit seraya nampak mengatupkan bibirnya.

"Ren, Mbak nanya. Tadi kamu ke kamar, Mbak?" tanyaku lagi dengan tegas. 

"Iya, Mbak. Tadi aku cuma mau minjem kemeja, Mbak. Ini, udah aku ambil," jawabnya lalu menunjukkan kemejaku yang sudah ia ambil.

"Ya Allah, Ren. Kenapa kamu ga bilang dulu sama, Mbak sih? Kenapa kamu main masuk aja ke kamar Mbak terus langsung ambil bajunya?" tanyaku lagi.

"Mbak, tadi aku udah ketok-ketok kok, terus manggil-manggil, Mbak juga. Tapi ga ada yang jawab, terus aku coba buka pintunya dan ternyata ga dikunci. Jadi yaudah aku ambil aja di lemari," jelasnya dengan santai. 

"Ya Allah, Ren. Ren kamu sadarnya ga sih, kamu itu bukan lagi di rumah Bapak. Kamar itu juga bukan cuma kamar Mbak aja, di sana ada Mas Adryan juga. Kamu ga bisa bawa kebiasaan kamu itu ke sini," seruku.

"Ya ampun, Mbak. Kenapa ribet banget, sih? Orang cuma mau minjem baju doang juga. Aku juga cuma sebentar,” balasnya seraya menghela napas lalu duduk di ranjang kasurnya. 

Aku pun langsung melangkah mendekatinya. 

"Bukan masalah bajunya, Ren.Tapi sikap kamu tadi itu ga sopan. Mbak ga enak sama Mas Adryan," seruku lagi. 

"Yaudah si, Mbak. Iya, aku minta maaf, aku salah, udah masuk ke kamar Mbak. Besok-besok aku izin dulu kalau mau minjem barang, Mbak," balasnya lagi dengan ketus.

"Pokoknya Mbak ga mau yah, Ren, kejadian ini terulang lagi. Kamu ga boleh asal masuk sembarangan ke kamar Mbak kayak tadi," tuntutku.

"Iya, Mbak. Iya," ucapnya seolah terpaksa.

Aku menghela napas panjang, rasanya lelah sekali berdebat dengan gadis manja ini.

Aku gegas keluar dari kamar Rena. Namun seketika langkahku terhenti karena teringat sesuatu. Aku menoleh dan melangkah kembali mendekati Rena.

"Tunggu. Tadi kamu masuk ke kamar Mbak pake baju ini?" tanyaku.

Lihat selengkapnya