Derita Penantian Cinta

Ulfah Pauziah
Chapter #78

Pertemuan Adryan dan Panji

Malam turun perlahan. Jalanan seolah terasa lengang, lampu-lampu jalan memancarkan cahaya kekuningan yang jatuh seperti selimut hangat di atas aspal yang basah oleh gerimis. 

Di dalam mobil, Adryan menggenggam erat setir, matanya nampak lurus menatap ke depan. Cahaya lampu dari kendaraan lain sesekali melintas, menyisakan jejak singkat sebelum kembali hilang ditelan gelap. Tidak ada kemacetan ataupun bunyi klakson yang mengganggu, hanya jalanan yang sepi dan gelap serta waktu yang seolah melambat. Tiba-tiba ponselnya berdering, Adryan menoleh sebentar pada ponselnya itu yang tergeletak di atas dashboard mobilnya. Terlihat dahinya nampak sedikit mengkerut. Adryan lalu menepikan mobilnya di bahu jalan dan gegas menyambar benda pipihnya itu.

“Mas Panji?” ucapnya mengernyit seraya menatap layar ponselnya. 

"Halo. Assalamualaikum, Mas," ucapnya saat menerima panggilan masuk dari kakaknya.

"Waalaikumsalam," jawab Panji.

"Yan, kamu lagi dimana?" tanya Panji.

"Aku.. lagi di jalan, Mas. Kenapa? Oh iya, tadi Mas nelpon? Maaf yah Mas, aku ga sempat angkat, soalnya ini aku baru aja pulang. Tadi ada acara kantor di luar kota," jelas Adryan.

"Terus, kamu sekarang lagi dimana? Bisa kita ketemu, Yan? Ada yang mau Mas bicarakan sama kamu," tanya Mas Panji lagi. 

Dahi Adryan nampak berkerut lagi. 

“Sekarang, Mas?” balasnya.

“Iya. Apa kamu bisa?” tanya Mas Panji lagi. 

Adryan lalu melihat jam tangannya dan menghela napasnya.

"Memangnya mau ngomong apa, Mas? Ga bisa besok aja? Sekarang udah malam, Mira pasti udah nungguin aku di rumah," balas Adryan.

"Ini penting, Yan. Sebentar aja kok, Mas juga kebetulan lagi di luar. Lagian ini kan baru jam setengah 8," bujuk Panji.

Adryan nampak menghela napasnya lagi.

"Oke, Mas. Kita ketemu di kafe pelangi aja yah, gimana?” usul Adryan.

"Oke, Mas segera ke sana," balas Panji.

Keduanya lalu menutup sambungan. 

Lagi-lagi Adryan menghela napasnya, ia meletakkan kembali ponselnya di atas dashboard dan langsung menginjak pedalnya.

***

Lihat selengkapnya