Derita Penantian Cinta

Ulfah Pauziah
Chapter #81

Kelakukan Rena

Pagi menjelang, namun udara masih terasa sejuk menyentuh wajah. Hari telah dimulai, menghadirkan harapan baru pada langkah menuju kesibukan. 

Aku menata dan memasukkan makanan ke dalam bekal, lalu memastikan setiap lauk sudah tersusun dengan rapi. Sebelum menutupnya, aku memandang sejenak hasil usahaku itu sambil tersenyum. Bekal itu mungkin terlihat sederhana, namun di dalamnya ada harapan, kasih sayang, cinta dan doa atas kesehatan, keselamatan dan kelancaran untuk suamiku. 

“Sayang… udah siap belum? Ayo, nanti keburu macet,” sahut Adryan seraya merapikan jasnya.

“Iya, Mas,” jawabku lalu gegas menyusulnya. 

“Mas, ini bekal buat di kantor. Buat makan siang,” ucapku seraya memberikan kotak makan itu pada Adryan.

“Loh, kamu bikin bekal?” tanyanya.

“Iya. Aku juga bikin buat aku, ini,” balasku seraya menunjukkan bekalku sendiri. 

Adryan sontak tersenyum. 

“Yaudah yuk, kita berangkat, nanti keburu macet,” ajak Adryan.

“Mas, sebentar. Aku mau ngasih tau Rena dulu yah, kalo kita mau berangkat. Cuma sebentar kok,” pintaku.

“Yaudah,” balasnya seraya menghela napas pelan. 

“Aku tunggu di mobil, yah,” sambungnya. 

“Iya, Mas,” balasku.

Aku pun gegas ke kamar Rena. 

Tok, tok, tok.

“Ren…! Rena…!” panggilku di depan pintu kamarnya. 

“Ren, kamu masih tidur? Mbak sama Mas Adryan berangkat kerja dulu, yah,” sahutku berteriak agar Rena mendengar. 

Suara mobil dihidupkan pun terdengar di luar, bunyinya yang khas memantul di dinding-dinding yang masih sunyi membuat Rena akhirnya terbangun. Ia pun langsung terlonjak dari tidurnya.

“Ren, Mbak berangkat yah,” sahutku lagi. 

Rena mendengar dan langsung beranjak dari kasurnya lalu membuka pintu.

“Mbak..!” panggilnya. Aku pun sontak menoleh padanya. Baru beberapa langkah meninggalkan pintu, Rena sudah lebih dulu memanggilku.

“Ren, kamu baru bangun?” tanyaku seraya melangkah mendekatinya.

“Iya, Mbak. Mbak mau berangkat, yah,” balasnya.

“Iya. Mbak sama Mas Adryan berangkat kerja dulu, yah. Umm, terus kamu Ren, ga kerja hari ini?” balasku.

“Aku hari ini libur, Mbak,” jawabnya. 

Lihat selengkapnya