Derita Penantian Cinta

Ulfah Pauziah
Chapter #83

Bahas soal Rena

“Mir…!” panggil Mbak Rita seraya berjalan menghampiri. 

Aku pun langsung menoleh padanya.

“Mbak Rita,” jawabku seraya berdiri. 

“Mir. Kamu kok ga bilang-bilang sih, mau datang kesini?” tanyanya seraya menyentuh tanganku. 

“Kalian gimana, kabarnya?” sambungnya. 

“Alhamdulillah kita baik, Mbak,” sahut Adryan.

“Alhamdulillah. Eh kok cuma di sini? Ayo masuk,” ajak Mbak Rita.

“Pintunya dikunci, Mbak. Bapak katanya keluar,” jawabku.

“Iya, Mbak. Tadi sebelum pergi, Bapak sengaja kunci pintunya, takut ada maling masuk, soalnya kan rumahnya kosong,” sahut Bu Dwi yang tiba-tiba menghampiri.

“Anu, Mbak. Saya permisi pulang dulu ya, soalnya kan udah beres semua,” ucap Bu Dwi.

“Oh, iya Bu Dwi, silahkan,” balasku.

“Umm. Mbak Mira, mau saya panggilkan Bapak? Soalnya jam segini saya suka liat Bapak lagi nongkrong di pos ronda. Biar saya kasih tau Bapak, sekalian saya lewat,” saran Bu Dwi.

“Oh, boleh Bu,” jawabku setuju. 

“Iya. Bu Dwi kasih tau Bapak yah, sekalian pulang. Bilang kalo Mira sama suaminya datang ke rumah,” timpal Mbak Rita.

“Baik, Mbak. Nanti saya kasih tau Bapak,” balas Bu Dwi.

“Makasih ya, Bu Dwi,” ucapku.

“Sama-sama, Mbak. Kalo gitu saya permisi. Assalamualaikum,” ucap Bu Dwi.

“Waalaikumsalam,” jawabku, Adryan dan Mbak Rita dengan kompak.

“Sekarang emang lagi rawan maling di kampung sini. Mungkin karena ekonomi lagi sulit kali ya, orang-orang jadi pada berani buat nyuri. Tapi nanti malam, katanya mau dirapatkan sama Pak Rt, buat ada ronda lagi,” ujar Mbak Rita. 

Aku hanya tersenyum kecil seraya mengangguk pelan.

“Kalian mau ke rumah Mbak aja ga? Biar bisa istirahat,” tanya Mbak Rita.

“Umm, kayaknya ga usah ya, Mas. Kita nunggu Bapak pulang aja,” jawabku seraya melirik sebentar pada Adryan. 

“Iya, kita nunggu di sini aja. Ga apa-apa,” timpal Adryan. 

“Oh iya, Mir. Rena ga ikut? Dia gimana disana?” tanya Mbak Rita.

Aku menoleh pada Adryan dan untuk sesaat kami saling menatap dalam diam. Aku lalu menghela napas dulu. 

“Rena, dia baik-baik aja. Dia… sekarang lagi kerja, katanya dia masuk shift pagi,” jawabku. 

“Oh gitu, syukurlah. Tapi bener kan, Rena disana baik? Maksudnya, dia ga ngelakuin yang aneh-aneh, kan?” tanya Mbak Rita lagi. 

Aku kembali menoleh dan melirik Adryan lalu kami pun saling menatap lagi untuk sesaat.  

Lihat selengkapnya