Derita Penantian Cinta

Ulfah Pauziah
Chapter #98

Kedatangan Mas Benny

Aku, Bapak dan yang lainnya menghampiri Bu Dwi di ruang tamu.

“Bu Dwi,” sapaku. 

“Mbak Mira. Apa kabar, Mbak?” tanya Bu Dwi seraya tersenyum lembut.  

“Alhamdulillah Baik,” jawabku lalu duduk dan disusul Bapak, Mbak Rita dan juga Rena.

Semuanya nampak duduk dengan tenang di ruang tamu. 

“Maaf yah, Mbak. Saya ga bisa kerja disini lagi, ibu saya lagi sakit, jadi saya harus pulang kampung,” ucap Bu Dwi. 

“Iya Bu Dwi. Saya udah tau, semoga ibunya Bu Dwi cepat sembuh dan sehat lagi, yah,” ucapku.

“Amin, Mbak. Terima kasih,” balas Bu Dwi.

“Bu Dwi, katanya berangkatnya minggu ini yah?” tanyaku lagi.

“Iya Mbak, minggu ini. Soalnya saya harus urus dulu surat pindah sekolah anak saya sama urus yang lainnya juga disini,” jawabnya.

“Oh, begitu,” ucapku.

“Umm. Mbak Mira katanya lagi hamil yah, sekarang?” tanya Bu Dwi lagi.

“Iya, Bu. Kandungannya baru masuk 6 minggu,” jawabku.

“Oh, Alhamdulillah. Selamat ya, Mbak. Semoga ibu sama bayinya sehat dan lancar sampai lahiran nanti,” ucap Bu Dwi.

“Aminn. Makasih ya, Bu Dwi,” balasku. 

“Oh, sebentar ya, Bu. Saya mau ke kamar dulu, sebentar,” ucapku lalu beranjak dan melangkah ke kamar. 

“Mas,” panggilku.

“Kamu lagi tidur?” tanyaku pada Adryan yang nampak terbangun dan terlihat mengantuk. 

“Kenapa sayang?” balasnya.

“Oh, ga apa-apa. Kamu lanjut tidur aja, aku cuma mau ngambil uang gajinya Bu Dwi aja,” jawabku dengan tersenyum.

Aku mengambil amplop coklat dari dalam tasku, sementara Adryan nampak menatap layar ponselnya. 

“Aku keluar dulu ya, Mas. Kamu tidur aja,” ucapku.

“Iya, sayang,” balas Adryan. Aku pun menemui Bu Dwi lagi di ruang tamu. 

“Bu Dwi, ini gajinya Bu Dwi bulan ini. Disini juga sudah saya lebihin buat ongkos pulang kampungnya Bu Dwi,” ujarku seraya memberikan amplop itu pada Bu Dwi.

“MasyaAllah. Alhamdulillah, terima kasih banyak ya Mbak Mira,” ucap Bu Dwi.

“Sama-sama. Semoga perjalanan pulang kampungnya lancar ya, Bu Dwi,” balasku.

Lihat selengkapnya