Desa Absurd

penulis kacangan
Chapter #4

Hantu kebersihan

Pak RT: "Maaf lupa bilang, Mas juga masuk seksi dokumentasi acara lomba makan kerupuk. Tugasnya gampang cuma motret ekspresi warga pas krupuknya nyangkut di kacamata, atau giginya yang nyangkut di kerupuk. Pakai HP sendiri ya."


Aku ngelus dada. Belum ada seminggu status udah dari "warga mencurigakan" jadi "hantu kebersihan merangkap fotografer ekspresif".


Besok paginya, di dapur emak udah bikin coklat hangat sambil nanya, "Itu ayam di panci jangan-jangan ayam yang suka lewat depan rumah. Kamu inget gak? Yang jalannya kayak model?"


Aku nyeruput coklat hangat, sambil ngeliatin ayam itu. Diam. Otak seperti mengingat tentang ayam.


"Ahk, entah," gumamku.


Di balai desa, suasana rame. Anak-anak lari-larian, termasuk dua bocil kembar itu.


Ibu-ibu sibuk nyiapin tumpeng, bapak-bapak udah pada bawa kursi plastik dan obrolan politik ringan. Aku berdiri di pojokan, pakai topi dari bekas karung beras, ngadepin kamera HP yang udah mulai ngambek karena memorinya penuh.


Gotong royong, cosplay serem dan ada lomba. Ini desa absurd level dewa: ada adegan di mana sapu lidi nyeremin warga yang buang sampah sembarangan. Dan pas giliran aku muncul sebagai "hantu kebersihan", semua anak kecil langsung jerit sambil lari. Bukan karena serem, tapi karena satu anak nyeletuk:


"Itu Mas Hangga yang kemarin masuk grup WA, kan? Yang ayamnya masih jadi misteri?"


Iya, kemarin di grub WA aku juga tersebar maling ayam.


Semua kepala nengok ke arahku yang sedang angkat sapu tinggi-tinggi, terus bilang:


"AKU DATANG UNTUK MENYAPU MISTERI!"


Sorak sorai pecah. Bahkan Pak RT berdiri, aplus sambil nyengir puas.


"Alaa, itu dia akting! Jelas-jelas kemarin kepergo saya, sampai saya mau dipukul gitar!" Seru pria tua yang kukejar kemarin terdengar samar.


Tapi, lupakan dia, karena hari ini, entah kenapa, aku ngerasa diterima. Bukan karena berhasil jadi hantu yang menyeramkan, tapi karena di desa ini... keanehan adalah bentuk paling tulus dari keramahan.


Dan ayam di panci?


Masih belum ada yang ngaku.

Lihat selengkapnya