Sinta lalu berdiri dari sofa itu dan melangkah menuju kamar Alan. Di depan pintu, Sinta langsung membukanya tanpa mengetuk terlebih dahulu.
Hingga pintu terbuka, Sinta terkejut ketika melihat Alan sedang memegang dan mengelus "si Anom." Bahkan, Sinta tak berkedip sama sekali melihat ke arah Alan.
Alan yang melihat Sinta langsung terkejut karena Sinta tak lepas dari pandangannya.
"Sialan, lupa dikunci pintu kamarnya!" gumam Alan. Jantungnya berdetak keras.
Sinta bukannya pergi, tetapi dia melangkah mendekat sambil menatap lekat tanpa ada sebuah kata dari mulutnya.
Alan yang menutupi "si Anom" dengan kedua tangannya membuat detak jantung Alan tak berhenti berdebar.
"Kak!" panggil Sinta. Tangannya bergerak untuk memegang tangan Alan, lalu Sinta menyingkirkan tangan Alan yang menutupi "si Anom."
Alan langsung menutup matanya karena dia merasa takut akan dimarahi oleh Sinta. Perlahan memegang "si Anom," Sinta pun perlahan mengelusnya dari kepala hingga ke bawah.
Alan terkejut dengan apa yang dirasakannya. Perlahan Alan membuka matanya hingga tersenyum menatap ke arah Sinta.
Tiba-tiba Sinta berhenti, lalu dia pun langsung mencium "si Anom" dengan bibirnya. Perlahan "si Anom" dimasukkan ke mulutnya.
Alan hanya terdiam melihat Sinta yang sedang asyik bermain dengan "si Anom."
Alan pun menarik dan mengangkat Sinta hingga berdiri, lalu melepaskan atasan Sinta hingga terlihat hanya pakaian dalam berwarna merah muda.
Sinta terdiam sembari tersenyum menatapnya. Alan pun kembali melepaskan pakaian dalam atasan Sinta hingga terlihat jelas pemandangan. Tangan Alan sudah terasa gatal, dia langsung menjelajahnya.
Sambil berdiri, dia pun mendorong Sinta ke arah ranjang sampai Sinta terbaring di atas ranjang itu. Alan langsung menaiki ranjang dan perlahan melepaskan celana pendek Sinta. Hingga terlepas, terlihat pakaian dalam bawahannya berwarna merah muda.
Alan kembali melepaskan pakaian dalam bawahan Sinta, hingga terlepas, Alan menatap sebuah "rumput berwarna hitam" di "pintu gaib."
Lalu Alan menyentuh dan mengelus "pintu gaib" itu dengan tangannya. Sinta langsung menggeliat, merasakan hal aneh yang timbul pada dirinya.
**
**
Sedangkan Maw yang sedang duduk di sofa ruang tamu, tiba-tiba dari arah pintu depan rumah, terdengar suara ketukan pintu.