Blurb
Kaladia Binari, merasa bahwa hidupnya bisa digambarkan dengan warna. Warna cerah merekah bahagia, menggambarkan Mamim, Aidan dan ketiga sahabatnya; Sania, Dechi dan Magin. Warna merah memanas, menggambarkan dirinya dengan Papip. Warna teduh menyejukkan menggambarkan dirinya dengan Adrian, dan warna gelap duka menggambarkan... dirinya sendiri.
Kala mendambakan tenang sejak lama, sejak hidup mulai menghancurkannya perlahan-lahan. Tenang yang kekal.
Detak nadi Kala berdetak seirama dengan detik waktunya, dari awal nyawa Kala bertumbuh, bermekaran hingga layu dan mati, namun meninggalkan kelopak-kelopak bunga yang indah dan wangi manis semerbak.
Kaladia Binari; Ketika ia disinari.
Sinar berbinar-binar mengarah Kala, sinar yang Tuhan kirimkan dari surga sebagai arah pulang untuk Kala.
Tenang, Kala sudah tenang.
Kekal abadi di dalam surga, dibalut bunga-bunga indah, wewangian manis, dan udara yang bertiup begitu lembut selayaknya air yang mengalir tenang.
Kala, istirahat ya.