Blurb
Kehadirannya tak begitu menjadi perhatian, tapi keabsenannya bisa jadi membuat tidak nyaman. Setiap pergerakannya pertanda sebuah pelajaran dan perasaan diterima, masuk melalui mata dan telinga yang tak kasat mata. Dua pasang indra itu menyerap informasi yang akan menjadi sebuah cerita, sebuah perjalanan panjang dari beberapa masa. Ia adalah anomali.
Ketidaktahuannya menjadi rasa penasaran, tapi rasa tahunya menjadi sebuah pertanyaan. Ia banyak menerka dan meragukan pikirannya. Sungguh, ia merasa si paling tahu dan si paling bodoh dalam waktu yang bersamaan. Dan dengan anomali yang ada pada dirinya, ia bersaksi.
Ia bersaksi atas ketidakadilan, ia bersaksi atas ketidakharmonisan, ia bersaksi atas sebuah warisan, dan ia bersaksi atas sebuah kebohongan.