Detik Ruang Keluarga

Pipo Vernandes
Chapter #17

12

Keabadian 

“Jadi siapa kau sebenarnya?” 

“Kan sudah aku katakan, aku perpanjangan tangan dari Tuanku yang membantu mengabulkan permintaan terakhirmu.” 

“Tapi jenis apa kau ini?” 

“Tak perlu kau tahu. Yang pasti aku punya kuasa untuk mengubah segala sesuatu atas izin-Nya.” 

“Apakah ada manusia lain yang sepertiku, yang mendapatkan hidup setelah mati di dunia ini meski hanya menjadi jam?” 

“Aku tak bisa menjawabnya, yang pasti jika Tuanku merestui apa pun keinginan makhluknya, maka itu akan Ia penuhi.” 

“Kalau begitu, lebih baik aku meminta hidup kembali dari bayi, agar aku bisa menjalani hidup dengan lebih baik.” 

“Hahaha. Kau tak akan direstui jika meminta itu, waktu akan terus berjalan maju, tak akan mundur hanya karena kau.” 

“Kalau begitu, Tuanmu tak begitu perkasa, dia tak bisa melakukan itu.” 

“Semua permintaanmu akan dipenuhi jika direstui. Dan permintaan seperti itu tak akan mendapatkan restu, karena bukan kau yang pertama kali memintanya. Hidup itu bukan tentang masa lalu, karena masa lalu adalah takdir. Hidup itu tentang masa depan, karena masa depan adalah sebuah perjuangan. Baik atau buruk hasilnya tergantung pada kerasnya usahamu, dan tentu restu dari Tuanku.” 

“Jadi untuk apa aku berjuang kalau semuanya tergantung Tuanmu?” 

“Kau berjuang saja belum tentu hasilnya baik, apalagi kau tidak berjuang.” 

“Tapi semua sudah ada suratannya, dan semuanya tergantung Tuanmu menuliskan takdirku seperti apa kan?” 

“Memang betul, tapi tulisan Tuanku tak hanya satu skenario tentang masa depanmu—ada miliaran. Setiap keputusan yang kau ambil akan memengaruhi masa depanmu. Dan saat kau melewati satu masa hidupmu, maka itulah takdirmu.” 

Lihat selengkapnya