Dewa Keajaiban

白木
Chapter #10

Menuju Neraka Air

“Endo, kau sedang tidak ingin bicara?”

Kado berjalan di sampingku sambil terengah-engah.

“Ah, maaf. Aku sedang memikirkan sesuatu.”

Aku memperlambat langkah. Karena memikirkan orang ini, aku sampai lupa bahwa dia sedang berjalan bersamaku.

Kami sedang mendaki jalan pegunungan menuju neraka air, dengan hanya permukaan batu telanjang dan langit biru yang terlihat di sekeliling.

“Aku sudah berusaha keras, tapi tetap saja langkahmu lebar, jadi susah mengikutimu. Selama ini ternyata kau selalu berjalan pelan untukku, ya.”

Kado tersenyum dengan keringat yang mulai membasahi garis rambutnya.

Padahal hal seperti itu tidak perlu dia sadari.

“Mau kubawakan?”

“Aku tidak membawa apa-apa. Memangnya apa yang mau kau bawakan?”

“Kau.”

Walaupun cemberut karena diperlakukan seperti barang bawaan, Kado terus berjalan dengan tatapan paling cerah sejak kami bertemu. Langit terpantul pada bagian putih matanya hingga tampak kebiruan.

“Aku bercanda. Kau lihat tempat terbuka di sana, kan? Kita istirahat sebentar di dekat batu besar itu.”

“Ternyata kau juga bisa bercanda, ya.”

Kalau kami melewati gunung yang terlihat di depan, kami akan sampai di neraka air, tetapi pijakannya buruk. Sepertinya mustahil tiba hari ini, tetapi aku ingin setidaknya mendekati tempat itu.

Aku sendiri tidak masalah, tetapi tubuh Kado tidak dibuat sekuat tubuhku, jadi sebelum sore aku harus menemukan tempat untuk membiarkannya beristirahat.

Lihat selengkapnya