Kado menekan daerah dadanya.
“Kau baik-baik saja?”
Aku bertanya sambil menopang bahu Kado dari belakang.
“Ya, aku tidak apa-apa. Terima kasih.”
Shiroki-san itu dewa, ya…… sensasi dewa yang menyelimuti Kado. Waktu ketika dia dikatakan tiba-tiba menghilang juga bertepatan dengan sekitar saat orang ini muncul di neraka. Ditambah lagi reaksi Kado ini. Apa Kado adalah Shiroki-san?
“Bisa jadi orang ini Shiroki-san?”
Setelah menatap Kado lekat-lekat dengan wajah terkejut, Sis menjawab.
“Entahlah, menurutku sepertinya bukan. Tanyakan langsung kepada dewa yang membawa rubah itu. Kalau anak ini memang Shiroki-san, mungkin dia akan dimarahi karena tidak menepati janji sesama dewa. Dewa itu sering muncul di tanjung setelah melewati gunung ini. Penampilannya, bagaimana ya…… terlihat masih sangat muda.”
“Lebih muda daripada orang ini?”
Aku berkata sambil melihat Kado.