Sekeliling kami kini sepenuhnya berkilau diterpa cahaya pagi, dan kami sedang menuju tanjung tempat dewa itu konon muncul, dengan laut di sebelah kanan dan gunung yang ditumbuhi bunga merah dan putih di sebelah kiri.
Gerbang batu yang sebelumnya tampak begitu jauh, karena kami mulai berjalan sejak pagi sekali, kini sudah cukup dekat hingga terlihat dengan jelas.
“Ada pohon yang lebih tinggi daripada yang kemarin. Bunganya juga lucu. Ayo kita lihat.”
Setelah kembali menemukan tumbuhan baru, Kado berlari ke arah sisi gunung.
Kupikir dia ingin cepat-cepat bertemu dewa yang membawa rubah, tetapi dia juga ingin mampir ke sana-sini. Mungkin memang keduanya. Aku pun sama.
Di neraka api hanya ada rerumputan pendek, jadi kalau Kado tertarik, aku juga ingin melihat pohon dan bunga dari dekat, mencium baunya, dan menyentuhnya.