“Lari ke arah laut.”
Kado berkata tegas.
“Kalau lari ke arah laut, memangnya mau bagaimana?”
Aku bertanya sambil memandangi geyser yang perlahan semakin mendekat.
“Kita akan melewati gerbang batu yang ada di tanjung tempat dewa itu datang. Untung kita sudah sampai sedekat ini. Kita selamat.”
Beruntung? Memang benar kami berada dekat dengan batu berbentuk gerbang itu, tapi apa maksudnya kami selamat? Kalau melewati gerbang itu, kami akan jatuh ke laut, dan sekalipun tidak jatuh, kami hanya akan terjepit di antara geyser dan laut.
“Di balik gerbang batu itu laut, kan?”
Karena untuk pertama kalinya Kado berada di pihak yang melindungiku, aku sampai curiga pikirannya jadi kacau dan bertanya untuk memastikan.
“Ya, laut. Sepertinya geyser itu akan sampai kemari setelah beberapa kali semburan lagi. Ah, kasihan pohon-pohon ini.”
Tiba-tiba angin berdesir dan menggoyangkan bunga-bunga yang menyerupai lonceng.