Dewa bulan memperkenalkan dirinya sebagai Rukiru-kun.
Dewa bulan dipandang dengan rasa hormat dan kagum oleh para dewa tanah, dan sangat jarang menampakkan diri.
Kalau aku bertanya kepada dewa yang pernah bertemu dengannya pada kesempatan yang sangat langka, mereka semua akan tersenyum lembut dan berkata, “Dia imut,” lalu menambahkan bahwa dia juga terlihat kesepian.
Sejak hari aku bertemu kembali dengan Naito, setiap hari aku menghabiskan beberapa jam bersama Rukiru-kun. Aku sudah merawat luka Famido sebaik mungkin, tetapi seperti dugaanku, bekas lukanya tetap tertinggal, dan itu membuat hatiku sakit.
Famido sendiri sama sekali tidak terlihat memedulikannya. Dia mengibaskan ekor besarnya dengan bunyi baf, baf dan menjadi akrab denganku. Anak ini juga mirip Kado. Kalau waktu itu aku menerima tawaran Naito, apa yang akan terjadi pada Famido……? Tidak, aku tidak mungkin melakukan itu, pikirku lagi.
Rukiru-kun juga mempercayaiku tanpa syarat dan menceritakan berbagai hal kepadaku.