“Begitu, ya.”
“Dulu kami selalu bersama, baik di dunia luar maupun di ruang di dalam gerbang, sampai orang-orang menggoda kami karena terlihat seperti saudara kembar. Aku ingin percaya bahwa pada masa itu, Kado juga sebahagia diriku. Suatu ketika, Kado…… mengalami luka yang sangat parah. Lukanya sudah sampai pada tingkat yang tidak bisa diperbaiki bahkan oleh tubuh seorang utusan dan kekuatanku, dan kalau aku terus ragu, tubuh maupun jiwanya akan hancur. Aku tidak ingin kehilangan jiwa anak itu, jadi aku mengurungnya di dalam gerbang bersama tubuhnya yang nyaris hancur, lalu menyatukan keduanya. Kado menjadi gerbang cermin yang tidak bisa dihancurkan oleh siapa pun. Kado yang sekarang begitu kuat sampai kalaupun Gajiea berhasil membelahnya sesaat, dia bisa segera kembali seperti semula dengan kekuatannya sendiri. Tapi, apakah itu memang yang Kado inginkan? Sampai sekarang aku masih terlalu takut untuk menanyakannya. Karena keegoisanku, aku sudah merampas kebebasannya.”
“Shiroki-san, waktu Famido terluka, Anda terlihat sangat sedih karena tidak bisa menyembuhkan lukanya sepenuhnya. Apa waktu itu Anda teringat Kado-san?”