“Tidak, itu tidak aneh. Soalnya iblis itu sangat mirip dengan Shiroki-san, tapi dia sama sekali tidak terguncang, atau lebih tepatnya, sangat tenang dan bisa diandalkan……”
“Maaf, jangan lanjutkan. Aku tahu betul kalau dia sempurna. Rasa kagum dan rendah diriku datang bersamaan, jadi hentikan.”
Untuk pertama kalinya sejak kami bertemu, Rukiru-kun tertawa dengan suara keras.
“Shiroki-san selalu bilang saya imut, imut, tapi Shiroki-san juga imut, kan.”
“Aku sama sekali tidak imut.”
Aku terkejut karena baru pertama kali ada yang mengatakan hal seperti itu kepadaku, tetapi kemudian aku meyakinkan diriku sendiri bahwa mungkin Rukiru-kun merasa begitu karena dia memang dewa yang agak unik.