Dewa Keajaiban

白木
Chapter #73

Dikejar Hantu #1

Naito dengan cepat menyelip di antara kami dan para hantu sambil berkata,

“Shiroki, maaf, tapi bawa Matsuri ke tempat Kado.”

Bayangan hitam—makhluk yang kami sebut hantu itu—mundur sambil menjaga jarak dari Naito. Dalam arti tertentu, mereka memang tidak pandai menghadapi iblis cermin. Lagi pula, mereka sendiri sebenarnya tidak kuat. Yang penting, jangan sampai mereka menyentuh jiwa Matsuri-kun. Begitu tersentuh sekali saja, jiwa manusia akan dihancurkan dari dalam.

Aku menyerahkan bagian belakang kepada Naito dan bersiap berlari bersama Matsuri-kun agar tidak tertangkap para hantu. Namun saat aku mengarahkan tubuh ke tanjung tempat Kado menunggu, puluhan hantu tiba-tiba muncul seolah menutup jalan di depan kami.

Aku melayangkan tak terhitung pecahan cermin di udara dan menusukkan semuanya ke arah para hantu yang menghadang. Dari wajah sampai ujung kaki, kukoyak kuat-kuat dan dalam. Terdengar suara cermin pecah, lalu para hantu menghilang.

“Sekarang kau sudah tidak kenal ampun seperti dulu, ya.”

Terdengar suara Naito yang sedikit terkejut.

“Aku tidak akan selamanya menjadi dewa lemah yang kau kenal. Ini juga merupakan dosaku.”

Aku menggenggam tangan Matsuri-kun lalu mulai berlari. Aku sama sekali tidak tahu ada berapa banyak dari mereka.

Wajah Matsuri-kun yang berlari di sampingku pucat pasi, tetapi ekspresinya tetap tegar. Dia anak dengan jiwa berlapis dua. Dia akan baik-baik saja.

Saat menoleh ke belakang melewati bahuku, kulihat Naito berlari di jalan bersalju sambil menyebarkan pecahan-pecahan cermin dan menepis para hantu.

Melakukannya sambil berlari seperti itu terlihat sangat keren. Apa aku juga harus mencobanya?

Lihat selengkapnya