Naito, yang berdiri di belakang hantu itu, berkata.
“Kau juga cepat masuk ke dalam Kado.”
Terdengar suara seseorang menahan napas kaget dari gerbang cermin.
“Naito……”
“Kado, aku ingin bertemu denganmu.”
Naito tersenyum sesaat ke arah gerbang, lalu segera melangkah di atas salju yang baru turun untuk menangkap hantu itu.
“Tunggu!”
Aku berteriak, lalu lebih cepat daripada Naito, menerjang hantu itu atas kemauanku sendiri.
Bagi hantu itu pasti justru menguntungkan. Toh mereka memang berniat membongkar diriku juga. Tanpa ragu sedikit pun, hantu itu menusukkan Gajiea ke sisi tubuhku. Seperti dugaanku, ini sakit. Sudah lama sejak terakhir kali aku merasakan rasa sakit pada tubuh fisikku.
Di belakang hantu itu, Naito menatapku dengan wajah seolah berkata, “Kau bodoh?” Aku juga mendengar Kado berteriak, “Shiroki-san, apa yang kau lakukan!” Apa-apaan, mereka berdua tercengang kepadaku dan mengkhawatirkanku. Aku cuma menjadi diriku yang biasanya saja.
Aku mendekatkan wajah ke hantu itu dan berkata,