“Hei, tetaplah sadar.”
Naito, yang akhirnya berhasil merebut Gajiea dari pria itu, berlari menghampiri dan berkata,
“Shiroki, masukkan Kado ke dalam gerbang.”
“Ke dalam gerbang? Maksudmu ke dalam sini? Sekarang kita memang sudah ada di dalam, kan?”
“Bukan begitu. Lelehkan cerminnya dan masukkan dia ke dalam.”
“Eh?”
Apa yang sedang Naito bicarakan?
Di belakang Naito, pria yang menolong laba-laba itu duduk tanpa bergerak. Garis tubuhnya sudah lebih samar daripada tadi. Lalu aku melihat Toripugaido yang tadi berada di tangannya bersinar biru dan perlahan jatuh ke lantai.
Tubuh pria ini juga akan segera menghilang.
“Hei, kau dengar tidak? Tidak ada waktu untuk membawa Kado ke surga. Dengan perdarahan sebanyak ini, sebelum sempat memasuki regenerasi, jiwanya pun akan menghilang. Dan kalau gerbangmu sampai hancur sepenuhnya, kau sendiri mungkin akan ditelan neraka. Jangan tinggalkan aku sendirian.”
Di dalam pandanganku yang kabur oleh air mata, ada Toripugaido.
Kalau ada cairan kultur itu, mungkin Kado bisa……
“Jangan pakai itu. Kau tahu cara menyesuaikannya? Hanya penciptanya yang bisa menggunakannya dengan benar, kan. Daripada itu, aku akan menyelamatkan Kado dan gerbangmu sekaligus. Jadi cepat masukkan Kado ke dalam gerbang.”
“Kau bisa menyelamatkannya? Kalau Kado kumasukkan ke dalam cermin, apa yang akan terjadi padanya? Aku tidak bisa kehilangan anak ini.”