Kenapa para iblis selalu begitu mudah mengatakan akan menghilang, menghilang?
Padahal mereka memaksaku untuk terus ada.
Aku sudah tidak sanggup lagi melihat Kado menggeliat kesakitan di dalam cermin.
Tapi meski begitu, aku hanya bisa duduk di sana tanpa mampu melakukan apa pun.
Bahkan kalau aku menyerahkan diriku sendiri, aku hanya akan membuat semua orang menderita, dan pada akhirnya Kado pun ikut menghilang. ……Aku bukan sekadar tidak berdaya. Aku justru menjadi penghalang. Bahkan darah yang telah Naito hilangkan pun akan menjadi sia-sia.
Saat itu, terdengar seseorang memukul keras dinding luar ruang cermin.
“Jangan buka.”
Naito mengeluarkan suara yang nyaris menghilang. Dinding di sana menghadap ke neraka api?
Guncangan dari gerbang ini seharusnya sudah menjalar ke seluruh neraka. Apa Adobando datang karena mengkhawatirkan kami yang terus mengalami distorsi hebat?
“Tolong……”
Sambil berkata begitu, aku membuka pintu menuju neraka api. Kalau ada seseorang yang bisa menyelamatkan kami dari keadaan ini, aku ingin berpegangan pada tangan siapa pun.
“Bodoh.”