Dewa Keajaiban

白木
Chapter #115

Darah Iblis #5

“Aku tidak masalah kalau sampai menghilang. Dewa cermin, maaf sudah merusak gerbangmu. Aku sudah memanggil, tahu, walaupun kupikir memang sedang tidak ada orang. Tapi ini bisa diperbaiki, kan? Pokoknya, kalau tubuhku sampai menghilang, aku titip bilah ini dan airnya. Aku sudah susah payah mencurinya.”

Keadaannya jauh lebih gawat daripada yang kubayangkan.

Dia mencuri Toripugaido――cairan kultur murninya?

Jangan-jangan orang ini masih memiliki hampir seluruh ingatannya?

Kalau aku hanya membenci Pencipta, apa orang ini justru membenci surga itu sendiri?

“Untuk apa kau mencuri benda seperti itu?”

Shiroki bertanya dengan suara gemetar.

Jangan. Jangan tanya apa pun.

Jangan ikut terlibat.

Namun pria itu keburu menyela dengan senyum menyeringai dan menjawab,

“Kalau ini ada, surga sudah tidak diperlukan lagi, kan?”

Toripugaido digunakan untuk memasukkan jiwa dan tubuh lalu mengulturnya ketika dewa maupun iblis diciptakan atau diregenerasi di surga.

Cairan kultur murninya bersifat abadi dan tidak akan pernah habis.

Aku samar-samar masih mengingat bahwa itu adalah harta surga, dan Pencipta selalu mengambil seperlunya dari cairan murni tersebut lalu menanganinya dengan kehati-hatian melebihi apa pun.

Kalau ini sampai hilang, setelah cairan kultur yang sedang digunakan sekarang habis, dewa maupun iblis tidak akan pernah bisa diciptakan lagi.

“Jangan-jangan kau bahkan tahu cara menggunakan benda itu?”

“Cara pakainya? Tidak. Sama sekali tidak.”

Lihat selengkapnya