Dewa Keajaiban

白木
Chapter #123

Burung Doa #2

Sambil memandangi gerbang cermin, aku sampai memikirkan hal sia-sia seperti, “Apa kali ini, saat pintunya terbuka, tidak akan ada satu pun jiwa pendosa?”

Apa sebaiknya aku memberanikan diri bertanya kepada Shiroki?

――Kau tahu dosa jiwa-jiwa yang kau pilah ke neraka cermin?

Tidak mungkin dia tahu.

Tidak ada dewa lain yang emosinya semudah Shiroki untuk dibaca. Memang sulit menangkap dirinya karena suasana hatinya sering berubah-ubah, tetapi semuanya terlihat jelas dari sikapnya. Tidak mungkin dia bisa melakukan Pemilahan jiwa dengan wajah seterang itu kalau dia tahu.

Seperti biasa, cermin mulai mengalir keluar dan berubah menjadi air terjun raksasa.

Pintu cermin yang sebelumnya memantulkan neraka terbuka seluruhnya dalam sekejap.

Aku suka saat ini saja――seperti air mata yang meluap dari mata.

“Naito, aku titip anak-anak ini padamu.”

Shiroki berkata kepadaku.

Setiap kali menyerahkan jiwa, orang ini selalu mengatakan sesuatu kepada iblis yang menerimanya.

Baru belakangan ini aku secara kebetulan menyadari bahwa hanya ketika menyerahkan jiwa ke neraka cermin, dia tidak menyebut mereka “jiwa-jiwa ini”, melainkan “anak-anak ini”.

Tanpa kusadari, aku hampir menangis.

“Baik. Kau juga pasti lelah, tapi bertahanlah sedikit lagi.”

Lihat selengkapnya