Dewa Keajaiban

白木
Chapter #125

Burung Doa #4

Ketika akhirnya semua jiwa berkumpul di bagian tengah, aku mengelilingi danau yang bentuknya tidak beraturan dengan sangkar cermin. Pada saat yang sama, permukaan danau pun kuubah menjadi cermin, seolah lapisan es sedang membeku di atasnya. Dengan begitu, satu-satunya jalan bagi jiwa-jiwa itu untuk melarikan diri hanyalah jauh ke arah langit.

Aku berdiri di tepi danau dan mengintip ke dalam cermin yang baru saja kubuat.

Cahaya jiwa-jiwa ungu terpantul di dinding sekeliling dan bergerak-gerak.

Aku hanya bisa menganggap pemandangan itu indah selama beberapa kali kedipan mata.

Tak lama kemudian, bagian dalam sangkar cermin dipenuhi jeritan penderitaan yang seolah mengiris jantung.

Neraka cermin bergetar, dan musim dingin mulai terdistorsi.

Ah, sekarang jiwa-jiwa itu sedang dipaksa melihat oleh cermin di hadapan mereka――.

Pemandangan saat mereka membunuh diri mereka sendiri.

Proses yang membawa mereka sampai ke sana.

Dan yang paling kejam dari semuanya, perasaan mereka yang sebenarnya pada saat itu.

Apa kalian menderita?

Apa sakit?

Apa kalian menangis sampai kepala terasa sakit?

Apa kalian marah sampai membenci diri sendiri?

Apa kalian menyimpan dendam?

Apa kalian ingin sendirian?

Apa kalian ingin dimengerti?

Lihat selengkapnya