Orang ini masih mengira aku melakukan pemurnian di sini. Dia percaya bahwa jiwa orang-orang yang membunuh diri sendiri pun kukembalikan lagi ke dunia manusia.
“Aku menghancurkan jiwa-jiwa itu lalu mengirimnya ke surga.”
“Kau…… dipaksa melakukan hal seperti itu?”
Shiroki berkata sambil terus menatap lurus kepadaku. Sejujurnya, kukira dia akan jauh lebih kehilangan kendali, jadi nada suaranya yang tenang terasa mengejutkan. Rupanya memang hanya kalau menyangkut Kado orang ini menjadi tidak terkendali.
“Hanya itu yang bisa kulakukan. Aku tidak ingin membuatmu mendengar cerita sekejam ini, dan aku takut kau akan menganggapku menjijikkan, jadi selama ini aku tidak sanggup mengatakannya.”
“Kau mengira karena aku lemah, aku tidak akan mampu menerimanya, ya. Selama ini kau menanggung semuanya sendirian. Dan selama ini aku terus mengirim kepadamu jiwa-jiwa yang tidak punya jalan lain selain dihancurkan. Hei, ada satu hal yang ingin kuminta darimu.”
Sambil berkata begitu, dia menggenggam tanganku.