“Bisakah kau menyelamatkan mereka?”
Naito membenamkan wajahnya ke dalam jiwa-jiwa ungu itu dengan penuh kasih.
“Mulai sekarang, aku akan melindungi anak-anak itu dan juga dirimu. Maaf. Aku sungguh menyesal karena selama ini tidak menyadarinya.”
Kali ini aku berbicara kepada Kado.
“Kado, buka pintu-pintu yang kutunjuk. Aku bisa melihat warna kelemahan anak-anak ini. Kita akan membawa mereka ke neraka yang sebenarnya harus mereka tuju. Aku akan berdoa agar ketika mereka memulai kembali nanti, kelemahan mereka tidak ditelan kegelapan, dan agar kelemahan itu bisa terkena cahaya lalu bersinar.”
Sekali lagi, pintu-pintu menuju neraka terbuka satu demi satu, dan jiwa-jiwa ungu menari ke arah yang kutuntun dengan ujung jariku.