Begitu masuk ke neraka cermin seolah melarikan diri, aku segera menutup pintu di belakangku.
Kado…… pasti terluka. Tentu saja, kalau aku menolaknya seperti ini.
Bagaimana ini? Apa sekarang dia sedang menangis? Jangan-jangan dia meninggalkanku dan pergi jauh seorang diri. Anak itu yang sudah menjadi satu dengan gerbang pasti bisa melakukannya.
Tidak, dia bilang perpindahan membutuhkan kehendakku, jadi mungkin itu tidak akan terjadi.
Tapi…… aku membenamkan wajah ke dalam salju yang dingin. Tubuhku terasa panas. Syukurlah tempat ini benar-benar neraka yang selalu berada dalam musim dingin sepanjang tahun.
Kado sudah mengetahui isi hatiku yang sebenarnya bahkan sebelum aku sendiri menyadarinya.
Aku tidak mungkin lagi memperlakukannya seperti sebelumnya. Tidak ada pilihan selain menghapus ingatannya dan membuatnya lupa……
“Shiroki, ada apa? Kau bertengkar dengan Kado…… mana mungkin, ya.”
Entah sejak kapan, Naito sudah berlutut di sampingku.
“Aku harus bagaimana?”
“Apa-apaan? Tiba-tiba masuk ke sini lalu langsung begini. Kau memang tetap saja tidak stabil secara emosional.”
Naito tertawa seolah menggodaku.