Dewa Keajaiban

白木
Chapter #149

Akhir Neraka #2

Aku duduk di atas salju baru di tepi danau. Kawanan burung doa putih menyambutku.

“Sudah tenang?”

“Ya. Terima kasih. Padahal sebenarnya aku berniat datang ke sini karena mengkhawatirkanmu, tapi malah jadi terbalik. Aku memang selalu begini.”

“Jadi begitu. Maaf sudah membuatmu khawatir. Aku baik-baik saja. Tapi karena sekarang aku bahkan tidak lagi menerima jiwa, aku sedang memikirkan bagaimana harus terus ada mulai sekarang.”

Itulah yang kutakutkan.

Aku dengan mudah mengatakan akan melindungi Naito, tetapi setelah kehilangan jiwa-jiwa ungu itu, apa yang akan terjadi padanya? Apa yang terjadi pada iblis yang kehilangan Perannya?

Aku memang bodoh.

Pada akhirnya, rasanya justru akulah yang paling banyak membuat Kado dan Naito menderita.

“Naito, kalau suatu hari aku ditelan surga, saat itu pun maukah kau mengapungkan burung doa di danau untukku?”

Apa yang sedang kupikirkan tanpa sengaja keluar dari mulutku.

“Kenapa kau mengatakan hal seperti itu? Kau bodoh, ya? Aku dan Kado melakukan semuanya demi kau――”

“Kalau aku menghilang, kau cuma akan kesepian karena Kado juga ikut menghilang, kan? Kalau aku sendiri tidak ada pun…… sakit! Sakit, apa yang kau lakukan?”

Aku sangat terkejut karena ini pertama kalinya aku dipukul.

Aku bahkan tidak pernah membayangkan akan ditampar iblis di neraka, jadi aku benar-benar lengah. Pipiku terasa berdenyut hangat.

Apa-apaan ini?

Lagipula, tak kusangka Naito akan melakukan sesuatu sekasar ini.

“Kenapa kau begitu suka berpikir buruk tentang dirimu sendiri? Sudahlah. Sedikit saja, sadarilah betapa berharganya dirimu bagi kami.”

Lihat selengkapnya