Di Antara Dua Musim

Oleh: Indra Afriza Arsad

Blurb

Di tengah peralihan antara hujan yang enggan pergi dan kemarau yang belum sepenuhnya tiba, dua hati tersesat dalam jeda yang sunyi. Di Antara Dua Musim menelusuri perasaan yang ragu untuk tumbuh dan kenangan yang enggan luruh. Sebuah kisah tentang pilihan, penantian, dan keberanian untuk melangkah—meski musim belum sepenuhnya berpihak.

Raya masih belajar mengikhlaskan rasa yang pernah tumbuh diam-diam, sementara Egi hadir sebagai keteduhan yang tak banyak bicara tapi selalu ada. Keduanya terikat dalam percakapan-percakapan kecil di Kopitaloka, di antara aroma kopi dan gema puisi yang tak selesai dibaca. Tanpa disadari, ada kehangatan baru yang mulai menyusup di sela kehampaan.

Lihat selengkapnya