Di Antara Dua Musim

Indra Afriza Arsad
Chapter #4

Kiriman Badai Dari Denting Smaradhana

Raya datang lagi. Mungkin karena tempat itu nyaman. Mungkin karena dia butuh kopi. Atau mungkin… karena dia penasaran siapa sebenarnya barista baru itu.

Dia datang sendirian, bawa bukunya lagi—yang sekarang sudah mulai penuh lipatan dan stabilo.

Flat white, ya,” kata Raya sambil senyum tipis.

Cowok itu—yang waktu itu belum sempat dia tanyain namanya—mengangguk dan langsung kerja. Cekatan, tapi kayaknya agak terburu-buru. Entah karena gugup atau emang bukan harinya.

Beberapa menit kemudian, kopi datang ke meja Raya. Dia mengernyit sedikit waktu liat permukaan kopinya. Lapisan busanya tebal. Banget. Kayak cappuccino lagi dandan buat fashion show.

Raya mengangkat cangkirnya, menatap sang barista sambil nahan senyum “Ini flat white versi badai, ya?” katanya sambil nyeruput sedikit.

Cowok itu langsung keliatan panik tapi juga ketawa kecil. “Aduh, maaf… kayaknya aku lagi nggak flat hari ini.”

Raya ketawa pelan. “Tapi enak, kok. Cuma… agak badai aja.”

Lihat selengkapnya