Di Antara Dua Musim

Indra Afriza Arsad
Chapter #11

PETA DI ANTARA BUKU DAN TUGAS

Hujan turun tipis di atas atap-atap tua kampus, membawa aroma tanah basah yang samar masuk ke ruang-ruang kelas. Farelan Egi Wirantara, duduk di sudut kantin Fakultas Ilmu Komunikasi. Hoodie abu-abunya sudah sedikit berbulu, bekas jaket masa SMA yang masih saja setia menemani.

Di hadapannya, tumpukan kertas tugas mata kuliah Teori Komunikasi berserakan. Di sela-sela kalimat formal yang membosankan, Egi menyelipkan sebuah catatan kecil di pojok kertas: "Kata-kata adalah jembatan, bukan tembok."

Dia menghela napas panjang. Bukan tugas yang membuatnya lelah, melainkan perasaan ganjil di dada: semacam ruang kosong yang makin lama makin terasa. Rutinitas kuliah, organisasi, tugas - semua berjalan seperti biasa, tapi di balik semua itu, ada sesuatu yang hampa.

Mungkin, pikirnya, inilah saatnya mulai belajar hidup lebih sungguh-sungguh. Bukan sekadar memenuhi nilai, tapi juga memenuhi dirinya sendiri. Apalagi setelah kepergian Ayahnya, kini dia memikul tanggung jawab sebagai penjaga keluarga. Tak tega dia bila harus membebani Ibunya yang kini membiayai keperluan hidup dengan membuka warung kelontong depan rumah dan usaha jahit baju kecil-kecilan.

Lihat selengkapnya