Di Antara Dua Musim

Indra Afriza Arsad
Chapter #12

MANUAL BREW DAN MANUAL LIFE

Sabtu pagi yang cerah, kampusnya menggelar acara kecil di pelataran belakang: "Creative Days."

Tenda-tenda putih berderet, menjajakan segala hal dari kerajinan tangan sampai kelas-kelas singkat yang bisa diikuti siapa saja. Egi melangkah tanpa tujuan pasti, hanya ingin mengisi waktu kosong. Di tengah keramaian itu, aroma kopi segar menguar dari satu sudut, menarik langkahnya seolah-olah ada tali halus yang menuntunnya.

Workshop "Manual Brew untuk Pemula". Hanya butuh daftar nama dan minat yang tulus.

Tanpa pikir panjang, Egi menuliskan namanya di clipboard kusam dan bergabung dengan beberapa peserta lain. Seorang barista muda berambut ikal menyambut mereka dengan senyum ramah. Di atas meja kayu panjang, berjejer alat-alat aneh: V60, French Press, server kaca, timbangan kecil.

"Kopi itu bukan soal seberapa mahal bijinya," kata sang barista, "tapi soal seberapa dalam kamu mau mengenal rasanya."

Lihat selengkapnya